Seorang wanita tak menyadari datangnya kehamilan, terutama kala usia kehamilan masih muda.
Kehamilan yang tak disadari bisa membuat pertumbuhan janin terhambat, jadi kuddu hati-hati…
Contoh kasus..yang sering terjadi Ny. Wati-> contoh tokoh yg di bahas… Suatu hari Ny. Wati mengalami perdarahan di luar jadwal haidnya. Karena darah yang keluar cukup banyak, ia pun berkonsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan. Usai pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa dirinya mengalami keguguran. “Keguguran? Jadi, saya ini hamil, Dok? Berapa bulan? Kok, saya tak merasa kalau saya hamil,” teriak Ny. Wati terkejut.
Ny. Wati tak sendirian mengalami peristiwa tersebut. Cukup banyak, kan, di antara kita yang tak menyadari kalau dirinya hamil, tahu- tahu kehamilannya sudah besar. Bahkan ada yang bayinya sudah meninggal di dalam rahim tanpa dia sadari atau tahu-tahu mengalami keguguran.
FAKTOR ALPA
Umumnya wanita tidak menyadari kehamilannya karena haidnya tidak teratur. “Misalnya pada orang-orang yang mendapat haid 3 bulan sekali atau bahkan 4 bulan sekali. Jadi, saat haidnya berhenti, ia tak menyadari bahwa itu suatu kehamilan. Dikiranya haidnya terlambat seperti biasanya.”
Selain itu, kehamilan tak diketahui juga terjadi pada wanita yang memakai kontrasepsi pil atau suntik yang tidak tepat waktu. “Lupa minum pil atau terlambat datang untuk suntik. Misalnya, seharusnya tanggal 10, datang untuk suntik, tapi baru tanggal 13 ia datang. Nah, kalau pada hari-hari alpa ia berhubungan seks, maka bisa saja terjadi kehamilan.” Sebab saat menggunakan KB, keseimbangan hormonnya tetap berada di atas. “Nah, kalau ia tiba-tiba tak memakai KB, maka hormonnya sempat turun. Kalau ia berhubungan saat keseimbangan hormonnya tak karuan, maka bisa terjadi kehamilan.” Karena merasa ber-KB, wanita tersebut tak menyadari kalau dirinya sudah hamil.
Bisa juga bukan lantaran alpa, tapi karena pil kontrasepsi mengalami gangguan fungsi. “Berfungsi bagus bila ibu dalam keadaan sehat. Kalau sedang diare atau mengalami gangguan pencernaan, bisa saja mempengaruhi penyerapan pil kontrasepsi itu. Nah, di situ bias terjadi kehamilan.” Terlebih lagi kalau saat itu si ibu meminum obat- obatan antibiotik untuk diarenya sehingga mengganggu penyerapan pil kontrasepsi. “Obat-obatan golongan tetrasiklin bisa membuat efektivitas dari kontrasepsi menurun. Selain itu, golongan obat analgetik juga berdampak sama. Pokoknya, hati-hati pada obat-obatan yang dimakan setelah kita makan nasi.” Untuk mengatasi itulah, saran Chairulsjah, jika kita sedang memakai pil kontrasepsi dan mengalami gangguan pencernaan, usahakan dibarengi dengan proteksi cara lain, misalnya dengan kondom. “Sebab, seringkali si ibu tetap merasa safe karena dirinya telah ber-KB, ternyata bisa jebol juga.”
Pemakaian KB IUD atau spiral bukan berarti tak jadi masalah, lo. “Terkadang si ibu tak menyadari kalau spiralnya lepas. Misalnya, saat haid sedang banyak, bisa saja spriral keluar tanpa disadarinya.” Spiral mudah terlepas terutama bila ukuran mulut rahim ibu lebih besar dari ukuran spiralnya. “Apalagi bagi ibu yang anaknya sudah banyak biasanya, kan, ukuran mulut rahimnya melebar, sehingga IUD bisa lepas tanpa disadari.” Bisa juga karena kontrasepsinya gagal alias tak berfungsi dengan baik.
Selain itu, wanita karier yang terlalu sibuk juga seringkali tak menyadari kehamilannya. “Mereka punya kecenderungan seperti ini. Ditambah lagi kalau ada perubahan ovulasi dari wanita tersebut, misalnya, karena stres atau tekanan kerja yang meningkat, sehingga ovulasi bisa lebih cepat atau terlambat. Mungkin dipikirnya saat ini tak ovulasi, sehingga ia pun berhubungan seks. Ternyata justru salah perhitungan sehingga bisa terjadi kehamilan.”
CIRI-CIRI KEHAMILAN
Sebenarnya, terang Chairulsjah, seandainya wanita tanggap dan memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuhnya, maka kehamilan tersebut pasti akan segera diketahuinya.
Ciri-ciri wanita hamil itu, kan, tidak lagi mendapat haid, mengalami gejala-gejala morning sicknes, seperti rasa mual, pegal-pegal, lemas, serta payudara terasa tegang dan sakit. Hampir 85 persen wanita hamil, terang Chairulsjah, akan mengalami morning sicknes akibat adanya perubahan hormonal, yang akan menurun dengan sendirinya di akhir trimester I.
Memang, aku Chairulsjah, wanita karier yang teramat sibuk seringkali tidak memperhatikan perubahan ini. Terlebih lagi, sebelum kehamilan berusia 5 bulan memang belum terlihat perubahan di perutnya. “Baru setelah berusia 5 bulan, si ibu bisa merasakan gerakan si bayi di perutnya.”
Ketika berbagai gejala muncul, seperti haid tidak lancar, badan pegal-pegal, dan mual-muntah dikiranya karena kecapekan kerja. Namun demikian, terang Chairulsjah, bila si wanita care dengan tubuhnya, maka setiap perubahan akan terasa. “Misalnya ia bisa merasakan perubahan payudaranya yang terasa tegang, sakit, serta membesar.”
Selain itu, perubahan hormonal yang terjadi ketika hamil bias mengakibatkan keputihan yang hebat. “Yang tak bisa dielakkan pula dari wanita berbadan dua adalah si ibu akan merasakan frekuensi kencingnya lebih meningkat.”
Jadi, perubahan tubuh itu seharusnya tak bisa diabaikan begitu saja oleh si wanita. “Hanya wanita yang benar-benar tidak care pada tubuhnya yang sampai lolos dengan perubahan ini.”
Namun wanita tak menyadari kehamilannya paling lambat hingga usia kehamilan 3 bulan. “Sesudah itu, tak mungkin jika ia sampai tak merasakan. Karena payudara dan perut akan semakin membesar, janin juga sudah mulai bergerak, serta frekuensi keinginan untuk kencing juga semakin meningkat.”
OKSIGENISASI
Akibat ketidaktahuan si ibu akan kehamilannya jelas akan bermasalah buat janin. Misalnya, wanita karier yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tak menyadari kehamilannya. “Nah, kesibukan yang tinggi bisa membuatnya sering telat makan. Ditambah lagi tingkat stresnya yang tinggi, sehingga bisa saja oksigenisasi ke janin jadi terganggu.”
Terlebih lagi bila dibarengi dengan kebiasaan merokok pada si ibu. Nah, karbon monoksida yang terdapat pada rokok membuat hemoglobin si ibu sulit untuk mengikat oksigen, sehingga terjadilah hipoksi jaringan. Bukan itu saja, nikotinnya juga dapat membuat kontriksi/penyempitan pembuluh darah, sehingga otomatis aliran darah ke janin juga berkurang. “Nikotin dan karbon monoksida juga membuat gangguan penyerapan di tempat calon ari-arinya, sehingga kemampuan penyerapan dari sel-sel membran di plasenta terganggu. Dengan demikian, aliran makanan ke bayi juga terganggu.”
Selain itu, orang yang merokok punya kecenderungan nafsu makannya berkurang. Otomatis, penyerapan makanan pada si janin juga jadi berkurang, sehingga ada kemungkinan bayinya tak bisa berkembang, entah itu mengalami keguguran atau meninggal di dalam kandungan. “Padahal orang hamil, kan, harus mengkonsumsi gizi cukup; makan vitamin, minum susu, hidup teratur. Nah, kalau ia sibuk terus dan tak memperhatikan kehamilannya, bisa mengakibatkan pertumbuhan janin terhambat, kan?”
Selain itu, aktivitas yang meningkat juga membuat energi ibu berkurang. “Akibatnya, oksigenisasi ke janin juga terhambat. Bayi bisa mengecil dan meninggal di dalam kandungan.”
Yang harus diingat pula, trimester pertama kehamilan adalah masa embriologis; pembentukan organ tubuh dan kelamin bayi. Bila ada gangguan, bisa saja terjadi kecacatan pada bayi, seperti tak punya kepala, perut kosong, tak bertelapak atau tangan pendek, telinga hanya satu, dan sebagainya.
Selain itu, kalau orang tak menyadari kehamilannya, bisa saja ia melakukan foto rontgen demi kepentingan pekerjaan atau lainnya. “Hal ini bisa mengakibatkan gangguan kromosom, misalnya mutasi gen pada janin. Bila terjadi pada kromosom 21, mungkin saja akan muncul sindroma down.”
Ibu yang tak menyadari kalau dirinya hamil juga akan dengan santainya mengkonsumsi obat-obatan kala dirinya terkena penyakit, seperti batuk-pilek. “Padahal pada obat-obatan batuk-pilek yang mengandung antihistamin bisa membawa dampak terjadinya bibir sumbing pada si janin.” Atau si ibu minum obat streptomycine untuk sakit paru-paru yang membawa dampak gangguan pada telinga bayi, obat
tetracycline yang bisa mengganggu tulang-tulang dan gigi menjadi kuning, atau kalau kebetulan dirinya sakit typus meminum obat chloremphimicol, yang mengakibatkan bayi mengalami gangguan pigmen, seperti grey baby (bayinya berwarna abu-abu).
Mengingat dampak minum obat sembarangan sangat besar buat janin, tak heran ibu hamil selalu dianjurkan untuk selalu memberitahu dokter lain -selain dokter kandungannya- kalau dirinya tengah hamil. “Tujuannya untuk mengurangi kejadian tak diinginkan pada bayi.”
TETAP SEHAT
Memang, aku Chairulsjah, bukan tidak mungkin terjadi kendati si ibu tak menyadari kehamilannya, janinnya tetap sehat-sehat saja. “Kendati tidak ada persiapan khusus, asalkan ibu tetap menjaga kebutuhan tubuhnya. Istirahat juga cukup. Ia tak mengkonsumsi obat- obatan yang dapat mengganggu kesehatan janinnya sehinga kebutuhan janin tetap tercukupi.” Walaupun demikian, saran Chairulsjah, sebaiknya kehamilan direncanakan dan dipersiapkan sedini mungkin.
PERIKSA KE DOKTER
Begitu menyadari kehamilannya, segera periksa ke dokter kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap, termasuk pemeriksaan darah dan USG. “Dari situ akan ketahuan, apakah janinnya berada dalam pertumbuhan yang baik atau tidak. Kalau ingin mengetahui kemungkinan apakah janinnya cacat atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan alpha betha protein dari darah janin atau air ketuban.”
Bila janin tidak ada masalah, maka pemeriksaan akan dilakukan sebagaimana biasanya. Yang penting ibu harus segera mengubah pola hidup dengan makan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan bila perlu mengkonsumsi vitamin. Tujuannya untuk memperkecil segala risiko. Sebaliknya bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecacatan, ya, tak bisa diapa-apakan lagi. “Jadi, tak ada pemeriksaan khusus untuk
mengejar ketinggalan. Sebab perawatan kehamilan bukan merupakan pertambahan matematis; bila kekurangan selama 3 bulan bisa diburu dengan segala macam terapi untuk bisa mengimbanginya.” Mengimbangi dari segi ukuran, mungkin bisa, misalnya kalau bayinya IUGR (pertumbuhan janin terhambat). Tapi, tak bisa mengimbangi dari segi maturitas jaringan karena sudah terbentuk.
Nah, Bu, masih berani tak acuh lagi padahal ada banyak tanda-tanda kehamilan bila kita selalu care dengan segala perubahan di tubuh sendiri?
YANG HARUS DIPERHATIKAN
Karena dampak kehamilan tak kecil, Chairulsjah, memberi saran bagi kaum ibu:
* Selalu memperhatikan perubahan fisik tubuhnya.
* Listen to the body. “Dengarkan” tubuh Anda
Jangan memaksakan diri dalam bekerja. Kalau tubuh sudah terasa lelah, segeralah istirahatlah sehingga kalau ternyata hamil, janin masih bisa tertolong karena oksigenisasi tidak berkurang.
* Jangan lalaikan kesehatan tubuh. Makan teratur; jangan biasakan pola makan yang tidak benar, misalnya, menunda atau tidak makan siang karena tanggung sedang sibuk bekerja.
* Perhatikan siklus haid Kalau sudah dua kali tak kunjung datang haid, segera periksa ke dokter. Jadi bila terjadi kehamilan atau ada suatu penyakit, lebih cepat terdeteksi. Dengan demikian, kerugian akibat obat-obatan, rontgen, maupun kurang gizi akan berkurang. Si ibu bisa menjaga
kehamilan lebih cepat.
* Jangan bekerja dalam kedaan tergesa-gesa. Misalnya, naik tangga sambil berlari. Sebab, kalau tanpa disadari ternyata dirinya hamil, dan ia naik tangga tergesa-gesa, maka ada ada kemungkinan akan jatuh terpeleset yang bisa mengakibatkan keguguran. Namun jika kita melakukan gerakan-gerakan lebih tenang dan lambat, maka bila tak menyadari kehamilannya, tetap bias terhindari hal-hal tak diinginkan tersebut.
Indah “Sumber: Tabloid Nakita