Iman dan Amal

Secara garis besar, agama Islam dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

(1) bagian teori, atau yang lazim disebut rukun iman, dan

(2) bagian praktek, yang mencakup segala apa yang harus dikerjakan oleh orang Islam, yakni, amalan-amalan yang harus dijadikan pedoman hidupnya.

Bagian pertama disebut ushul, dan bagian kedua disebut furu’. Kata ushul adalah jamaknya kata ashl, artinya pokok atau asas; adapun kata furu’ adalah jamaknya kata far’, artinya cabang. Bagian pertama disebut pula aqa’id artinya kepercayaan jamaknya kata aqidah, makna aslinya ikatan. Adapun bagian kedua disebut pula ahkam, jamaknya kata hukm makna aslinya aturan, artinya peraturan Islam. Menurut Imam Syahrastani, bagian pertama disebut ma’rifat, dan bagian kedua disebut tha’ah artinya taat. Jadi, ma’rifat adalah pokok, sedang taat adalah cabang. Istilah inilah yang diambil oleh para ulama fiqih zaman kemudian; adapun menurut Qur’an, dua bagian itu disebut iman dan ‘amal. Pada galibnya, kata iman diterjemahkan percaya; kata iman berasal dari kata amana (biasanya diterjemahkan ia percaya), itu jika digunakan menurut wazan transitif, artinya, menganugrahkan ketentraman atau perdamaian; tetapi jika digunakan menurut wazan intransitif, artinya, masuk dalam keadaan tentram atau damai. Adapun kata ‘amal, artinya, perbuatan; (dua perkataan itu seringkali disebutkan bersamasama dalam Qur’an Suci untuk menunjukkan orang mukmin, katakata orang-orang yang beriman dan berbuat baik, berulangkali disebutkan dalam Qur’an Suci untuk menggambarkan orang mukmin sejati).

Oleh sebab itu, Allah disebut Al-Mu’min (59:23), artinya, Yang menganugrahkan ketentraman, sedangkan orang yang beriman disebut al-mu’min, artinya, orang yang masuk dalam keadaan tentram atau damai, karena ia telah menerima ajaran Qur’an yang islami dan mendatangkan perasaan tentram di hati, dan perasaan aman dari rasa takut. Oleh karena ajaran Qur’an itu mula-mula diterima, lalu dipraktekkan, maka rukun iman itu disebut pokok, sedang aturan-aturan yang harus dilaksanakan dalam praktek disebut cabang, karena cabang itu tumbuh dari pokok sebagaimana amal itu tumbuh dari iman. Jika kita ingin mengerti arti Islam yang sebenarnya, kita harus selalu ingat akan hubungan antara iman dan amal.

Leave a Reply