Gandhi dan Prinsip-prinsipnya
Gandhi berani meninggalkan sebuah karir gemilang di bidang hukum -menjadi pengacara sukses, di Afrika Selatan dalam usia belum sampai 30 tahun, dengan penghasilan tinggi dan kedudukan terhormat di masyarakat India yang ada di Afrika Selatan. Ia tinggalkan itu semua, untuk mengabdi kepada kejayaan dan kemerdekaan India dari penjajahan Inggris. Untuk itu ia harus berjalan kaki berkeliling di seluruh India, dengan segala kesederhanaan hidup, termasuk memintal kapas untuk membuat sendiri kain yang dipakainya.
Dengan segala kesederhanaan itu, ia berjuang secara damai (Satya Graha), tanpa menggunakan kekerasan (Ahimsa) dan selalu hidup mandiri, tidak bergantung kepada siapapun (Swadesi). Ketiga prinsip di atas, dipegangnya secara teguh dan dikemudian hari menjadi ajaran-ajaran Gandhi berarti bagi umat manusia.
Kesenjangan kaya dan miskin memang sangat besar di India, dan kalau ada pemimpin yang mau membuang segenap peluang untuk menjadi orang “cabang atas”, dan menjadikan diri melarat seperti si miskin, maka hal itu merupakan sesuatu yang luar biasa di negeri tersebut. Mahatma Gandhi dikemudian hari merupakan contoh hidup dari sikap ingin membela “orang kecil” yang kemudian diteruskan oleh para pemimpin seperti Vinoba Bhave dan Prakash Narayan (salah seorang pendiri partai sosialis di India). Berkat kesediaan para pemimpin itu untuk hidup serba sangat sederhana, maka India tetap damai dan melawan kekerasan hingga hari ini.
Walaupun di berbagai tempat memang ada unjuk perasaan yang berujung pada beberapa tindakan kekerasan, skalanya masih kecil dan dapat diatasi dengan cepat oleh pasukan-pasukan keamanan. Ratusan juta jiwa penduduk India yang hidup di bawah garis kemiskinan, tetap saja dengan sabar memberikan kekuasaan kepada para politisi dan birokrat untuk berlomba-lomba memperebutkan kekayaan. Namun, para pemimpin India seperti Gandhi dan Jawaharlal Nehru, tetap dengan kesederhanaan mereka.
Karena itu, prinsip-prinsip yang diperjuangkan Gandhi harus diterjemahkan dalam pengertian-pengertian masa kini. Kalau tidak, maka perjuangan Gandhi itu akan menjadi warisan masa lampau saja.Karenanya diperlukan kegigihan pembebas itu sendiri, melalui medium demokratisasi dan modernisasi masyarakat. Mudah dikatakan, namun sulit dilaksanakan bukan?